Selasa, 25 Agustus 2015

Random

Aku sering lupa dengan takdir
Terlalu asyik dengan imaji sendiri
Mereka-reka kisah diri sebagai permaisuri yang hidup bersama pasangan yang ku pilih sendiri
“Dia, aku ingin dia..”
Egoku terkekeh begitu..
Ah, bodoh!
Terlalu melupakan tangan besar yang berkehendak pada diri ini
Berdoa untuk bernegosiasi meminta biar dia yang dipilih-Nya untukku
Biar dia yang terbaik.. biar dia yang selamanya..
Rasanya aku bisa lebih lama bersama..
Bukan dalam hitungan panca, bahkan sampai windu dan dasawarsa..
Yakin sekali diriku ini?
Ah, dia…

0 comments:

Posting Komentar