Ini bukan lagi soal angin yang selalu ku titip rindu di setiap senja
Bukan lagi soal berteriak dan girang saat hujan datang
“Menyatu dengan alam!!!”
Bukan.
Bukan lagi soal romantisme syair yang selalu hadir di setiap perbincangan
Bukan lagi soal petikan senar yang mencipta kekaguman
Bukan lagi soal arakan awan yang selalu ku ceritakan
Bukan lagi soal khayal tentang senja, gunung, dan coklat hangat
Dan… bukan lagi soal memerhati, mempertahankan, dan mencemaskan
Ini tak berarti aku sudah tak peduli
Hanya soal waktu dan bagaimana cara untuk memahami
Seiring pergantian sang baru menjadi sabit,
Sabit menjadi purnama..
Saat itu pula ku tak henti melipat gundah
Dan memaksa kecewa menjelma menjadi rela
Dan kau tahu? itu sulit.
Kau tak tahu usahaku melawan rindu,
Mungkin.. tak mau tahu..
Kau tak tahu tentang segunduk pertanyaan yang ku punya..
Mungkin.. kau tak akan menjawabnya.
Jika kau tanya,”lantas, apa mau mu?”
“Aku hanya ingin kau yang dulu….”
0 comments:
Posting Komentar